Angst · Drabble · Mistery

Finding Alice

finding alice poster

Finding Alice

Rizeka’s present

cast Irene Bae [RV] genre Mistery, Angst | duration Ficlet | rating G

Summary:

“I wont tell you this secret or you’ll in danger..”

.

.

-c-

.

.

Aku punya sebuah rahasia, dan aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tak akan pernah menceritakan rahasia ini kepada siapapun. Tak juga pada Alice, kembaranku. Tapi semua itu sudah terjadi. Ya sudah terjadi. Aku terlanjur menceritakan rahasia itu pada Alice.

Aku tak tahu ceritanya secara pasti. Namun setelah malam itu terjadi, di pagi harinya aku tak menemukan Alice berada di kamar kami. Aku panik dan mencari sosoknya seisi rumah.

“Alice..Alice…”

“Kau diamana?”

Namun tak ada sautan. Dia tak ada dimanapun. Dan aku baru menyadari bahwa,

Kembaranku menghilang!

Ini semua kesalahanku! Aku tak seharusnya menceritakan rahasia itu padanya. Aku memang bodoh. Oh ya Tuhan..

Malam pertama sejak menghilangnya Alice, aku mulai merasakan hal-hal aneh disekitarku. Tepatnya pada kelakuan tetangga kami, Mr Kim. Pria paruh baya yang anti sosial dan penyendiri. Pria tua yang lebih suka hidup dengan ditemani oleh kucing-kucing peliharaanya yang memenuhi seisi rumah.

Malam itu aku mendengar teriakan seorang gadis dari dalam rumah Mr Kim. aku tak tahu apa yang sedang terjadi di dalam sana. Aku hanya mengintipnya dari balik tirai jendela kamarku untuk mengusir rasa keingintahuanku.

Kulihat sosok Mr kim yang keluar dari dalam rumahnya membawa sebuah pisau dapur yang berlumuran darah. Aku menutup mulut rapat-rapat agar tak berteriak. Tanpa sadar pandangan kami bertemu, walaupun aku bersembunyi dibalik tirai dia masih bisa melihatku diantara gelapnya malam. Dia menyeringai. Seringaian yang sangat menakutkan. Aku sangat ketakutan sampai tubuhku terjerembab kebelakang. Ketika aku mencoba melihatnya lagi, dia sudah tak ada lagi disana.

Sejak saat itu orangtuaku memberikan pengawasan penuh terhadapku, aku baru keluar dari rumah sakit beberapa hari yang lalu, setelah mengecek keadaanku seperti biasa. Setelahnya aku hanya berputar-putar di dalam kamarku yang tak cukup luas dan pengap. Aku tersiksa, semua orang tahu itu. tak ada yang bisa kulakuan selain tidur dan makan di dalam kamarku.

Mereka—orangtuaku, selalu mengawasi aku 24jam sehari. Aku merasa ingin bebas, ingin melihat dunia diluar sana, dan aku ingin menemukan Alice. Namun sampai sekarang, aku masih bingung ketika aku bertanya pada kedua orangtuaku tentang keberadaan Alice, mereka selalu mengelak.

“Eomma..dimana Alice?”

“Alice? Siapa Alice honey?”

Itulah jawaban yang selalu aku dapatkan ketika aku selalu bertanya pertanyaan yang sama tentang ‘dimana keberadaan Alice’. Mereka tak pernah memberikanku jawaban yang pasti.

“Alice saudara kembarku. Diamana dia?”

“Saudara kembar? Saudara kembar siapa? Kau anak kami satu-satunya Irene..”

Tegas ibuku. Oh sungguh mungkin semua orang disini sudah melupakan Alice. Mereka melupakan Alice segampang itu? sungguh tak dipercaya. Ini semua kesalahanku sepenuhnya. Karena aku menceritakan rahasia yang tak boleh ku ceritakan pada siapapun. Dan aku melanggarnya, dan Alicepun menghilang. Akhirnya aku berinisiatif untuk mencari Alice diluar sana.

Aku kabur dari rumah. Untuk bertemu Alice.

Siang itu dihari yang teramat terik untuk pertengahan musim panas tahun ini. aku berjalan-jalan disekitar kota, mengenakan dress biru muda. Dress yang hanya aku dan Alice miliki di kota ini, tutur ibuku ketika memberikanya untuk kado ulang tahun kami tahun lalu.

Aku memutuskan untuk mampir disalah satu kedai yang menjual mi dingin, makanan kesukaan aku dan Alice. Aku harus mengantri di antrian panjang ketika aku sampai di kedai itu, disana sangat ramai pengunjung. Hampir semua pasang mata tibatiba menoleh kearahku. Seolah aku adalah mangsa yang siap diterkam.

Aku hanya berdiri membatu ditempatku. Keringat dingin mulai bercucuran di dahiku. Aku tak menyukai pandangan mereka, mereka semua terlihat aneh dimataku.

Segera setelah satu bungkus mi dingin pesananku datang aku segera membawa dan membayarnya di kasir. Dengan uang yang aku miliki, tepatnya aku mencurinya dari tabungan ibuku beberapa waktu setelah aku kabur dari rumah. Mereka—para pengunjung masih tetap memandang ke arahku yang mulai melangkah meninggalkan kedai, kini diselingi dengan bisisk-bisik di antara mereka. Aku mengabaikanya, mengabaikan juga siaran televisi di kedai itu yang membuat kepalaku pusing. Aku tahu ini semua karena rahasia itu, rahasia yang seharusnya tak aku beritahukan ke siapapun. Dan aku juga tak akan memberitahukan rahasia itu padamu. Karena aku juga tahu kau tak ingin mendapat nasib yang sama seperti Alice bukan?

 

*Siaran TV : Telah hilang seorang gadis berusia 18 tahun bernama Bae Joohyun. Memiliki ciri fisik rambut ikal panjang, kulit putih, memakai dress berwarna biru muda, dan gadis itu memiliki gangguan mental. Jika anda melihatnya segera menghubungi normor yang tertera di bawah ini. ­­

 

 

 

 

Fin.

 

 

 

 

NB : FF ini terinspirasi dari sebuah short story yang aku baca waktu lagi UKK mapel bahasa inggris minggu lalu dengan judul “The Secret”. Jika menemukan alur cerita yang sama mohon di maklumi, tapi bahasa, plot dan karakter semua murni dari hasil pemikiran aku sendiri. Happy reading and dont forget to RCL^^

 

Advertisements

8 thoughts on “Finding Alice

  1. Oooooh kukira si “Alice” ini bener adanya cuma bukan kembarannya tapi kucing,karena Mr.Kim yang hidupnya dikerumuni(?) kucing itu. Jadi yang darah darahan itu si kucing Alice dibunuh sama Mr.Kim. *oke ini mulai ngawur*

    Like

    1. Alice nya bukan kucing xD jadi si Alice sama Mr.Kim yang mirip psiko itu cuma angan2nya si Irene doang, dia gila jd mikir kalo Mr.Kim itu yang bunuh Alice. Padahal Alice aja gk ada alias gak nyata. Ah maaf belibet banget T.T

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s